Saturday, January 29, 2011

Jalanku Pekat, Engkau Maha Pemaaf

Di teras rumah Mu aku terkapar, malam telah begitu liar
bercawan pengingkaran baru saja usai aku sesap, tandas hingga tuntas
atas nama kemarahan, suara-suara penyeru Mu aku redam
Engkau maha mengerti, siapa kawanku tadi













Tuhan,
dimanapun Engkau bersemayam
aku ingin pulang
Tak kenal jalan, maka disini aku terbuang
di lubang hitam, tempat setan membuat sarang
aku sungguh ingin pulang
(kepada tenang masa silam, aku ingin pulang)
Engkau maha mengerti, dimana tempatku nanti
Mimpi telah membohongiku
bergelas kebodohan, baru saja aku pecahkan
atas nama penyesalan, kembalì Engkau aku kenang
Di masjid Mu aku mengadu, melucuti segala tipu
ingat setapak, menuju tempat dimana semestinya jiwa berpijak
Engkau maha mengerti, betapa aku ingin kembali
Tuhanku
Tuhan penguasa malam
dengan jubah koyak berdebu, Aku menghampiri Mu
kembali, sebelum detak nadi berhenti
Engkau maha pemaaf, meski aku berulang khilaf

No comments:

Post a Comment

Post a Comment